Berzina ? Ini Langkah Bertaubat Dari Zina

  • on February 2, 2021

Bertobatlah Karena Allah !


Allah membuka peluang bagi pelakunya untuk bertobat. Lantas, bagaimana cara bertobat dari dosa zina? Inilah beberapa tahapan yang harus dilakukan.

Semua orang yang pernah berbuat dosa punya potensi menerima ampunan ketika bertobat terhadap Allah. Apapun bentuk dosanya, sebesar apapun takaran dosanya.

Allah berfirman,

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melebihi batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Sebagian ulama andal tafsir menyampaikan, ayat ini menunjukkan impian terbesar bagi para hamba.

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

Ayat mulia ini merupakan seruan bagi semua tukang maksiat, baik orang kafir maupun yang yang lain untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Dan berisi info bahwa Allah mengampuni semua dosa bagi siapa yang mau bertobat dan kembali ke jalan Allah. Apapun bentuk dosanya, meskipun sungguh banyak, sebanyak buih di lautan. (Tafsir Ibnu Katsir, 7/106)

Tak terkecuali dosa zina. Allah membuka potensi bagi pelakunya untuk bertobat. Lantas, bagaimana cara bertobat dari dosa zina? Inilah beberapa tahapan yang mesti dijalankan:

1. Menyesali dengan sungguh-sungguh kepada kesalahan yang dia lakukan

Inilah inti tobat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penyesalan yaitu hakikat tobat.” (HR. Ahmad 3568, Ibn Majah 4252 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Untuk bisa menyesal, Anda tidak mesti menunggu ketangkap basah atau tertangkap tangan orang yang Anda segani atau dipermalukan di depan orang lain. Penyesalan mampu dilakukan dikala beliau merasa sudah bertindak sungguh udik, dengan kemaksiatan yang beliau lakukan.

Bayangan kenikmatan maksiat bisa jadi tetap terngiang. Tapi mesti ia musuh dengan kesedihan.

2. Meninggalkan dosa zina dan semua pemicunya

Untuk bertobat dari dosa zina maka mesti sungguh-sungguh meninggalkan dosa zina dan semua pemicunya. Dia harus menghindar jauh dari pasangan zinanya, kecuali sesudah menikah.

3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa zina

Tanamkan bahwa dosa ini berbahaya. Karena bisa membatasi Anda untuk menerima apa yang Anda kehendaki, cepat atau lambat.

4. Dekatkan diri dengan banyak beribadah terhadap Allah

Perbanyak ibadah dan terus dekatkan diri kepada Allah. Semoga ini bisa menolong untuk menggugurkan dosa. Karena ketaatan mampu meniadakan dosa maksiat.

Cara Taubat dari Zina

Dulu saya pernah pacaran dan risikonya berzina, bagaimana cara taubat dari zina? Mohon bimbingannya, Trimakasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Semua orang yang pernah berbuat dosa, punya potensi untuk menerima ampunan saat bertaubat terhadap Allah. Apapun bentuk dosanya, sebesar apapun mutu dosanya.

Allah berfirman,

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas kepada diri mereka sendiri, janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)

Sebagian ulama andal tafsir mengatakan, ayat ini memberikan keinginan paling besar bagi para hamba.

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

هذه الآية الكريمة دعوة لجميع العصاة من الكفرة وغيرهم إلى التوبة والإنابة، وإخبار بأن الله يغفر الذنوب جميعا لمن تاب منها ورجع عنها، وإن كانت مهما كانت وإن كثرت وكانت مثل زبد البحر

Ayat mulia ini merupakan undangan bagi semua tukang maksiat, baik orang kafir maupun yang lainnya untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Dan berisi info bahwa Allah mengampuni semua dosa bagi siapa yang hendak bertaubat dan kembali ke jalan Allah. Apapun bentuk dosanya, meskipun sangat banyak, sebanyak buih di lautan. (Tafsir Ibnu Katsir, 7/106)

Tak terkecuali dosa zina. Allah membuka peluang bagi pelaku untuk bertaubat.

Cara Taubat dari Zina

Lalu bagaimana cara taubat dari zina?

Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan,

[1] Menyesali dengan betul-betul kepada kesalahan yang ia kerjakan

Dan bahkan itulah inti taubat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

النَّدَمُ تَوْبَةٌ

Penyesalan yakni hakekat taubat. (HR. Ahmad 3568, Ibn Majah 4252 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Untuk mampu menyesal, anda tidak harus menanti ketangkap basah atau tertangkap tangan orang yang anda segani atau dipermalukan di depan orang lain. Penyesalan bisa dilaksanakan saat dia merasa telah bertindak sungguh terbelakang, dengan kemaksiatan yang ia kerjakan.

Bayangan kenikmatan maksiat mampu jadi tetap terngiang. Tapi harus ia musuh dengan kesedihan.

[2] Meninggalkan dosa zina dan semua pemicu zina

Konsekuensi dari dosa zina ialah meninggalkan dosa zina dan semua pemicunya. Dia mesti menghindari jauh dari pasangan zinanya, kecuali sehabis menikah.

[3] Bertekad untuk tidak mengulangi dosa zina

Tanamkan bahwa dosa ini berbahaya. Karena bisa menghalangi anda untuk mendapatkan apa yang anda harapkan, cepat atau lambat.

[4] Dekatkan diri dengan banyak beribadah kepada Allah

Semoga ini mampu membantu untuk menggugurkan dosa. Karena ketaatan bisa meniadakan dosa maksiat.

Allah berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian awal daripada malam. Sesungguhnya tindakan-perbuatan yang bagus itu menghapuskan (dosa) tindakan-perbuatan yang jelek. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114)

[5] Carilah lingkungan yang bagus

Cari sahabat yang baik yang mampu membimbing Anda untuk menjadi muslim yang bagus. Karena lingkungan bisa menjadi efek terbesar bagi kehidupan kita. Anda mampu sibukkan diri anda dengan mencar ilmu agama. Semoga ini bisa menguras situasi kotor yang timbul tenggelam dalam anggapan anda.

Termasuk mencoba menghafal al-Quran. Ini mampu menjadi cara yang paling efektif untuk membuang anggapan kotor.

Setiap manusia, jikalau tidak direpotkan dengan hal baik, dia akan memilih kesibukan di hal-hal yang buruk.

Sibukkan diri dengan kebaikan, semoga mampu menjadi benteng bagi anda untuk melakukan maksiat.

[6] Rahasiakan… rahasiakan…

Rahasiakan dosa ini kepada siapapun sampai mati… Rahasiakan sekalipun dengan orang terdekat anda.

Menceritakan hal ini kepada orang lain justru akan menyebabkan dilema baru. Simpan kejadian ini untuk diri anda sendiri, alasannya orang lain tidak memiliki kepentingan dengannya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan tindakan seperti ini (tindakan zina), hendaknya ia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, no. 1508)

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

ويؤخذ من قضيته – أي : ماعز عندما أقرَّ بالزنى – أنه يستحب لمن وقع في مثل قضيته أن يتوب إلى الله تعالى ويستر نفسه ولا يذكر ذلك لأحدٍ . . .

Berdasarkan masalah ini – Sahabat Maiz yang mengaku berzina – menunjukkan bahwa diusulkan bagi orang yang terjerumus ke dalam kasus zina untuk bertaubat kepada Allah – Ta’ala – dan menutupi kesalahan dirinya, dan tidak menceritakannya kepada siapapun.

Lalu ia mengatakan,

وبهذا جزم الشافعي رضي الله عنه فقال : أُحبُّ لمن أصاب ذنباً فستره الله عليه أن يستره على نفسه ويتوب..

Dan ini juga yang ditegaskan as-Syafii Radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,

Saya menggemari bagi orang yang pernah melakukan perbuata dosa, kemudian dosa itu dirahasiakan Allah, semoga dia merahasiakan dosanya dan serius bertaubat kepada Allah… (Fathul Bari, 12/124).

Apakah mesti dihukum rajam dan cambuk?

Hukuman di dunia, seperti cambuk atau rajam, mampu menjadi kaffarah bagi pelaku zina. Namun hukuman ini cuma mungkin ditegakkan oleh negara. Sementara individu atau forum swasta tidak mempunyai wewenang untuk melaksanakannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَتَرَهُ اللَّهُ فَهُوَ إِلَى اللَّهِ، إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ وَإِنْ شَاءَ عَاقَبَهُ

Siapa yang pernah melakukan perbuatan maksiat ini lalu ia menerima eksekusi di dunia, maka hukuman itu akan menjadi kaffarah baginya. Dan siapa yang pernah melakukannya, lalu Allah tutupi maksiatnya, maka urusannya kembali kepada Allah. Allah bisa mengmpuninya atau menghukumnya sesuai kehendak-Nya. (HR. Bukhari 18).

Hadis ini menawarkan bahwa mereka yang pernah melaksanakan dosa zina, supaya taubatnya diterima, tidak disyaratkan harus dihukum rajam atau cambuk. Karena dosa zina mampu tertutupi dengan eksekusi, bisa jug dengan taubat. Dan di negara kita, yang memungkinkan hanya yang kedua.

Demikian, Allahu a’lam.

Article Tags:
Article Categories:
News and Information

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *